Pertahanan adalah salah satu aspek terpenting dalam tinju. Petinju hebat bukan hanya yang memiliki pukulan kuat, tetapi juga yang mampu menghindari serangan lawan dan meminimalkan risiko cedera. Dalam dunia tinju, pertahanan bukan berarti pasif, melainkan aktif membaca situasi, mengatur jarak, dan menciptakan peluang counter attack yang lebih efektif.

Bertahan dalam Tinju: Menghindar dan Melawan Balik

Strategi pertahanan pertama yang wajib dipahami adalah slip, yaitu gerakan menghindar dari pukulan lurus dengan memiringkan kepala sedikit ke kanan atau kiri. Teknik slip sangat efektif untuk menghindari jab atau cross lawan tanpa kehilangan keseimbangan. Slip yang baik memungkinkan petinju tetap berada dalam jarak serang untuk melakukan balasan cepat.

Selain slip, teknik bob and weave juga menjadi bagian penting dari pertahanan. Gerakan ini dilakukan dengan menurunkan tubuh sedikit sambil mengayunkan kepala dalam pola huruf “U”. Bob and weave sangat efektif untuk menghindari hook atau pukulan melingkar dari lawan. Teknik ini tidak hanya memberi perlindungan, tetapi juga menciptakan posisi ideal untuk melakukan counter attack ke tubuh atau dagu lawan.

Strategi pertahanan berikutnya adalah blocking, yaitu menahan pukulan lawan menggunakan lengan atau sarung tangan. Teknik ini sering digunakan untuk pukulan yang sulit dihindari. Petinju harus menjaga tangan tetap dekat dengan wajah dan tubuh agar perlindungan maksimal. Meskipun blocking menahan pukulan secara langsung, teknik ini tetap membutuhkan kekuatan lengan dan postur tubuh yang stabil.

Selain blocking, ada juga parry, yaitu teknik menepis pukulan lawan menggunakan tangan. Parry membuat bola energi pukulan lawan berkurang dan arah pukulan melenceng. Teknik ini sangat berguna untuk membuka bidang pandang dan menciptakan celah serangan balik.

Mengatur jarak atau footwork defensif juga sangat penting

Langkah mundur pendek atau side step sering digunakan untuk menghindari tekanan lawan. Dengan pengaturan jarak yang baik, petinju dapat mengontrol ritme pertandingan dan memaksa lawan melakukan pukulan yang tidak efektif.

Pertahanan terbaik dalam tinju tidak hanya meminimalkan kerusakan, tetapi juga menciptakan peluang counter attack. Setelah menghindari pukulan melalui slip atau bob and weave, petinju dapat membalas dengan jab, uppercut, atau hook cepat. Counter attack yang tepat waktu sering menjadi pukulan penentu dalam sebuah pertandingan.

Strategi bertahan harus dilatih secara rutin melalui sparring, shadow boxing, dan latihan refleks. Dengan pertahanan yang solid, petinju dapat bertahan lebih lama di atas ring dan tampil lebih percaya diri menghadapi lawan.