Webcricklive – Live Cricket Stream & Score

Latihan Fisik dan Pola Makan Rikishi dalam Membentuk Tubuh Ideal Sumo

Di balik tubuh besar seorang rikishi, terdapat proses latihan fisik yang sangat disiplin dan pola makan yang terkontrol secara ketat. Tubuh besar dalam sumo bukanlah hasil dari makan berlebihan tanpa arah, melainkan hasil dari kombinasi latihan kekuatan, teknik, serta asupan nutrisi yang dirancang untuk membangun massa otot sekaligus daya tahan.

Latihan sumo dimulai sejak pagi hari dan dilakukan dalam durasi yang panjang

Rikishi berlatih teknik dasar seperti dorongan awal (tachi-ai), keseimbangan kaki, bantingan, serta latihan bertahan dari dorongan lawan. Latihan dilakukan berulang-ulang dengan intensitas tinggi, sehingga membentuk kekuatan ledak dan ketahanan tubuh yang luar biasa. Selain itu, mereka juga menjalani latihan fleksibilitas untuk menjaga kelenturan sendi agar tetap mampu bergerak lincah meskipun bertubuh besar.

Latihan mental tidak kalah penting. Rikishi dilatih untuk tetap fokus, mengendalikan emosi, serta menjaga rasa hormat terhadap senior dan lawan. Budaya hierarki yang kuat di dalam heya membentuk karakter disiplin yang sangat tinggi. Junior wajib melayani senior dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menyiapkan makanan hingga membantu kebutuhan latihan. Sistem ini membentuk kerendahan hati dan rasa tanggung jawab yang kuat.

Chankonabe: Makanan Khas Pegulat Sumo

Pola makan rikishi sangat dikenal dengan hidangan khas bernama chankonabe, yaitu sup kaya protein yang berisi daging, ikan, tahu, dan berbagai sayuran. Chankonabe dikonsumsi dalam porsi besar untuk membantu pembentukan massa tubuh dengan cara yang tetap sehat. Hidangan ini kaya nutrisi, protein, serta mineral yang dibutuhkan untuk pemulihan otot setelah latihan berat.

Rikishi biasanya makan dalam jumlah besar setelah sesi latihan pagi, kemudian beristirahat untuk membantu proses pembentukan tubuh. Kebiasaan tidur setelah makan ini bertujuan untuk memaksimalkan penambahan massa tubuh. Meski terlihat ekstrem, pola makan dan istirahat ini dijalankan dengan pengawasan ketat agar kesehatan tetap terjaga.

Risiko Kesehatan dan Perjuangan Menjaga Kondisi Tubuh

Memiliki tubuh besar memang menjadi keuntungan dalam sumo, tetapi juga membawa risiko kesehatan. Rikishi sangat rentan terhadap masalah sendi, tekanan darah tinggi, serta gangguan metabolisme. Oleh karena itu, keseimbangan antara latihan, makan, dan pemulihan harus dijaga dengan sangat hati-hati.

Banyak mantan rikishi yang setelah pensiun mulai menjalani pola hidup yang lebih seimbang untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kualitas kesehatan. Masa transisi dari atlet aktif ke kehidupan normal menjadi tantangan tersendiri karena tubuh mereka telah terbiasa dengan ritme ekstrem selama bertahun-tahun.

Sumo sebagai Bentuk Ketangguhan Tubuh dan Jiwa

Latihan keras, pola makan disiplin, serta tekanan pertandingan membentuk rikishi menjadi pribadi yang tangguh secara fisik dan mental. Setiap langkah di dohyō bukan hanya tentang kekuatan otot, tetapi juga tentang pengendalian diri, ketekunan, dan kehormatan.

Dari balik latihan berat dan kehidupan yang penuh disiplin inilah lahir sosok-sosok pegulat sumo yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh sebagai penjaga warisan budaya Jepang.

Exit mobile version