Perkembangan Awal di Dunia Kuno

Bulu tangkis yang kita kenal hari ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan lintas benua. Ribuan tahun sebelum menjadi olahraga modern, permainan yang menggunakan kok atau benda mirip bulu sudah muncul di beberapa peradaban kuno. Di Tiongkok, dikenal permainan Ti Jian Zi, sebuah aktivitas tradisional yang melibatkan kok yang dimainkan dengan kaki. Meski berbeda dari bulu tangkis modern, konsep utama penggunaan shuttlecock lahir dari permainan ini.

Selain itu, di Mesir dan India kuno terdapat permainan bernama battledore and shuttlecock. Para pemain menggunakan papan kecil atau raket sederhana untuk menjaga kok tetap bergerak di udara tanpa menyentuh tanah. Aktivitas ini lebih bersifat hiburan, namun menjadi pondasi penting dalam perkembangan bulu tangkis generasi berikutnya.

Bulu Tangkis Modern Lahir dari India

Perubahan besar terjadi pada abad ke-18 ketika tentara Inggris yang bertugas di India menemukan permainan lokal bernama Poona. Berbeda dari versi sebelumnya, Poona sudah menggunakan raket, net, serta aturan sederhana yang menyerupai bulu tangkis modern. Para tentara kemudian membawa permainan ini ke Inggris sekitar tahun 1850-an karena tertarik dengan keunikannya.

Di Inggris, permainan ini semakin disempurnakan. Pada tahun 1873, permainan ini resmi dimainkan di Badminton House, kediaman Duke of Beaufort. Dari tempat inilah nama “badminton” akhirnya melekat dan digunakan hingga saat ini.

Pembentukan Aturan Resmi

Untuk membuat permainan yang lebih terorganisir, Inggris membentuk Badminton Association of England (BAE) pada tahun 1893. Mereka menetapkan aturan baku, termasuk ukuran lapangan, tinggi net, serta sistem permainan. Tidak lama kemudian, pada tahun 1899, turnamen bergengsi All England Open Badminton Championships diselenggarakan dan menjadi kompetisi bulu tangkis tertua di dunia. Turnamen ini menjadi saksi awal perkembangan bulu tangkis sebagai olahraga internasional.

Penyebaran ke Asia dan Dunia

Memasuki abad ke-20, bulu tangkis mulai menyebar dengan cepat ke Asia. Negara-negara seperti India, Malaysia, Indonesia, Jepang, dan Tiongkok menjadi pusat perkembangan baru. Minat masyarakat Asia yang tinggi membuat olahraga ini tumbuh pesat dan melahirkan banyak pemain legendaris.

Untuk memayungi perkembangan global, dibentuklah International Badminton Federation (IBF) pada tahun 1934. Kini organisasi tersebut dikenal sebagai Badminton World Federation (BWF) dan menjadi otoritas tertinggi dalam olahraga bulu tangkis dunia.

Perjalanan Bulu Tangkis di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu negara yang paling menonjol dalam sejarah bulu tangkis. Setelah masuk pada era kolonial, olahraga ini berkembang pesat pada tahun 1950-an dan kemudian berdirinya PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) pada tahun 1951 semakin memperkuat pembinaannya. Prestasi Indonesia di kancah dunia sangat gemilang, mulai dari Piala Thomas, Piala Uber, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade.

Bulu Tangkis Menjadi Cabang Olimpiade

Pada Olimpiade 1972 dan 1988, bulu tangkis tampil sebagai cabang demonstrasi. Baru pada 1992 di Barcelona, bulu tangkis menjadi cabang resmi dan mendapatkan perhatian besar dari masyarakat internasional. Sejak saat itu, olahraga ini terus berkembang dan kini menjadi salah satu cabang paling diminati di dunia.