Lahirnya Futsal dari Amerika Selatan
Futsal merupakan olahraga yang muncul dari kebutuhan masyarakat akan permainan yang lebih fleksibel dibandingkan sepak bola lapangan besar. Akarnya berasal dari Montevideo, Uruguay, pada tahun 1930-an. Saat itu, seorang instruktur asal Uruguay bernama Juan Carlos Ceriani ingin menciptakan permainan sepak bola yang bisa dimainkan di ruang kecil, baik di dalam ruangan maupun di lapangan terbatas. Dari sinilah lahir format permainan baru dengan aturan yang lebih ringkas dan lapangan lebih kecil yang kemudian dikenal sebagai futsal.
Nama “futsal” sendiri berasal dari gabungan kata dalam bahasa Spanyol yaitu futbol de salon atau futebol de salão dalam bahasa Portugis, yang berarti “sepak bola dalam ruangan”. Olahraga ini dengan cepat menyebar ke Amerika Selatan, terutama Brasil, karena sangat cocok dimainkan di lingkungan padat penduduk. Keterbatasan lahan tidak lagi menjadi penghalang, dan anak-anak dapat bermain kapan saja tanpa membutuhkan stadion besar.
Perkembangan Futsal di Brasil dan Dominasi Teknik Samba
Brasil memegang peran penting dalam perkembangan futsal. Di negara tersebut, futsal menjadi olahraga utama bagi anak-anak sebelum mereka beralih ke sepak bola lapangan besar. Permainan futsal yang menekankan sentuhan cepat, penguasaan bola, dan kreativitas mendidik banyak pemain legendaris Brasil untuk memiliki teknik luar biasa.
Fenomena ini membuat futsal tumbuh pesat, bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai bagian penting dari filosofi sepak bola Brasil. Para pemain muda dilatih melalui lingkungan permainan futsal yang dinamis sehingga menghasilkan gaya bermain yang indah dan penuh improvisasi.
Aturan Resmi dan Pembentukan Badan Internasional
Seiring meningkatnya popularitas futsal, diperlukan aturan resmi agar olahraga ini dapat berkembang secara profesional. Pada tahun 1971, berdirilah organisasi internasional bernama FIFUSA (Federación Internacional de Fútbol de Salón) yang mengatur standar permainan futsal di seluruh dunia. FIFUSA menetapkan ukuran lapangan, jumlah pemain, durasi pertandingan, hingga ukuran bola yang lebih kecil dibandingkan sepak bola biasa.
Pada tahun 1989, kendali futsal kemudian berpindah ke FIFA, yang menciptakan aturan baru dan memperkenalkan futsal sebagai bentuk resmi sepak bola dalam ruangan. FIFA menetapkan istilah “Futsal” secara global, dan turnamen resmi seperti FIFA Futsal World Cup mulai diadakan. Seiring itu, futsal semakin populer dan diterima di berbagai negara, termasuk Asia, Eropa, dan Afrika.
Masuknya Futsal ke Indonesia
Futsal mulai dikenal luas di Indonesia pada akhir 1990-an dan berkembang pesat pada awal 2000-an. Banyak sekolah, kampus, hingga pusat olahraga membangun lapangan futsal sebagai alternatif olahraga yang aman dan cocok untuk ruang terbatas. Dengan kehadiran lapangan indoor, masyarakat dapat berolahraga tanpa terpengaruh cuaca.
Federasi futsal di Indonesia kini semakin kuat dengan adanya kompetisi resmi seperti Liga Futsal Profesional Indonesia dan berbagai turnamen tingkat daerah. Indonesia juga aktif mengikuti kompetisi internasional, menandai bahwa futsal telah menjadi salah satu olahraga favorit anak muda.