Seiring berkembangnya sepak takraw sebagai cabang olahraga internasional, peraturan permainannya juga semakin distandarisasi agar adil, kompetitif, dan mudah dipahami oleh semua negara peserta. Aturan resmi sepak takraw saat ini ditetapkan oleh federasi internasional dan digunakan dalam berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia.
Sistem Penilaian Sistem Rally Point Dalam Sepak Takraw
Pertandingan sepak takraw dimainkan oleh dua regu yang masing-masing berisi tiga orang pemain utama, yaitu tekong, apit kanan, dan apit kiri. Lapangan berbentuk persegi panjang dengan ukuran menyerupai lapangan badminton ganda. Serta net yang membentang di tengah dengan tinggi sekitar 1,52 meter untuk putra dan lebih rendah untuk putri. Bola yang digunakan terbuat dari bahan sintetis modern dengan ukuran dan berat yang telah distandarkan.
Sistem penilaian menggunakan sistem rally point, di mana setiap kesalahan akan menghasilkan poin bagi lawan, baik ketika melakukan servis maupun menerima servis. Satu set dimainkan hingga 21 poin, dan pertandingan umumnya menggunakan sistem best of three set. Jika kedua tim menang masing-masing satu set, maka set ketiga menjadi set penentuan.
Aturan Servis dan Kesalahan dalam Permainan
Servis menjadi elemen penting dalam sepak takraw dan memiliki aturan yang cukup ketat. Tekong harus melakukan servis dari belakang garis lingkaran dengan satu kaki berpijak di dalam lingkaran. Servis hanya boleh dilakukan setelah bola dilambungkan oleh apit. Jika kaki tekong keluar dari garis, bola tidak melewati net, atau bola menyentuh net sebelum masuk area lawan, maka servis dinyatakan gagal.
Dalam permainan, setiap tim hanya diperbolehkan melakukan maksimal tiga sentuhan sebelum mengembalikan bola ke area lawan. Pemain tidak boleh menyentuh bola dua kali berturut-turut, tidak boleh menggunakan tangan, dan tidak boleh menginjak garis lapangan saat permainan berlangsung. Pelanggaran terhadap aturan ini akan langsung menghasilkan poin bagi lawan.
Kesalahan juga bisa terjadi jika bola keluar lapangan, bola tersangkut di net, atau pemain melakukan sentuhan ilegal seperti siku dan telapak tangan.
Peran Wasit dan Sistem Pengawasan Pertandingan
Dalam pertandingan resmi, sepak takraw diawasi oleh wasit utama, wasit kedua, serta hakim garis. Wasit utama bertugas memimpin jalannya pertandingan dan mengambil keputusan utama, sementara hakim garis mengawasi apakah bola masuk atau keluar lapangan.
Di beberapa turnamen besar, teknologi tayangan ulang mulai digunakan untuk membantu pengambilan keputusan penting. Terutama pada situasi bola tipis keluar atau menyentuh garis.
Peraturan sebagai Penjaga Fair Play dalam Sepak Takraw
Dengan peraturan yang jelas dan tegas, sepak takraw dapat dimainkan secara adil dan profesional. Aturan tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga sebagai penjaga sportivitas agar pertandingan berjalan dengan jujur dan kompetitif.
Peraturan modern ini turut mendukung berkembangnya sepak takraw sebagai olahraga prestasi yang siap bersaing di tingkat global. Tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai sportivitas yang menjadi jati dirinya.